Cara Merawat Kaos Bersablon agar Awet dan Tidak Mudah Retak

Kaos bersablon sering dipilih karena tampilannya menarik dan mampu mewakili identitas komunitas, brand, maupun acara tertentu. Namun tanpa perawatan yang tepat, sablon bisa cepat retak, mengelupas, atau terlihat kusam. Padahal, dengan kebiasaan sederhana, umur sablon bisa bertahan jauh lebih lama.

Berikut panduan perawatan kaos bersablon yang berbeda dari biasanya dan bisa langsung diterapkan di rumah.

Kenali Dulu Jenis Sablon pada Kaos

Sebelum merawat kaos, penting untuk mengetahui jenis sablon yang digunakan, karena setiap sablon memiliki karakter berbeda.

Beberapa jenis sablon umum:

  • Rubber → elastis, tapi sensitif panas
  • Plastisol → kuat dan tajam, tapi tidak tahan suhu tinggi
  • Polyflex → rapi, namun bisa mengelupas jika salah perawatan
  • DTG → menyatu dengan kain, perlu perlakuan lembut

Mengetahui jenis sablon membantu menentukan cara perawatan yang tepat.

Cuci Kaos Saat Benar-Benar Dibutuhkan

Mencuci kaos terlalu sering dapat mempercepat kerusakan sablon.

Tips praktis:

  • Jika kaos belum kotor atau hanya dipakai sebentar, cukup diangin-anginkan
  • Hindari mencuci kaos bersablon setiap selesai dipakai jika tidak perlu

Semakin jarang sablon terkena gesekan dan deterjen, semakin awet hasilnya.

Gunakan Air Dingin Sejak Awal Pencucian

Air panas adalah musuh utama sablon.

Kenapa air dingin lebih aman?

  • Menjaga elastisitas sablon
  • Mencegah sablon mengeras
  • Mengurangi risiko retak

Biasakan mencuci kaos bersablon dengan air dingin atau suhu normal.

Cuci Manual Lebih Aman untuk Kaos Favorit

Untuk kaos bersablon yang sering dipakai atau bernilai khusus, mencuci manual adalah pilihan terbaik.

 

Cara aman mencuci manual:

  • Rendam sebentar (tidak lebih dari 10 menit)
  • Tekan perlahan tanpa disikat
  • Bilas hingga bersih

Cara ini sangat membantu menjaga detail sablon tetap utuh.

Hindari Mesin Pengering (Dryer)

Mesin pengering menghasilkan panas tinggi yang dapat merusak sablon.

Dampak penggunaan dryer:

  • Sablon menjadi kaku
  • Retak lebih cepat
  • Daya rekat sablon menurun

Sebaiknya kaos dikeringkan secara alami dengan cara diangin-anginkan.

Atur Posisi Jemur agar Sablon Tidak Ketarik

Cara menjemur yang salah bisa menyebabkan sablon tertarik dan pecah.

Tips posisi jemur yang benar:

  • Jemur kaos secara horizontal atau dilipat di hanger
  • Jangan menjepit tepat di area sablon
  • Pastikan kaos tidak tertarik oleh berat air

Langkah ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh.

Setrika Tidak Langsung di Area Sablon

Jika kaos perlu disetrika, jangan biarkan panas langsung mengenai sablon.

Alternatif aman:

  • Setrika dari bagian dalam kaos
  • Gunakan alas kain tipis
  • Tekan ringan, jangan ditekan keras

Panas langsung dapat menyebabkan sablon meleleh atau pecah.

Simpan Kaos Bersablon Secara Terpisah

Menumpuk kaos bersablon dengan pakaian berat bisa merusak permukaan sablon.

Saran penyimpanan:

  • Simpan kaos bersablon di bagian atas lemari
  • Hindari lipatan tepat di area sablon
  • Jangan disimpan di tempat lembap

Penyimpanan yang baik membantu sablon tetap lentur dan utuh.

Kesimpulan

Kaos bersablon akan tetap awet dan tidak mudah retak jika:

  • Dicuci dengan lembut
  • Dijauhkan dari panas berlebih
  • Dirawat sesuai karakter sablonnya

Perawatan yang tepat bukan hanya menjaga tampilan, tapi juga memperpanjang usia pakai kaos.

👉 Ingin kaos bersablon yang tidak mudah retak sejak awal produksi?
📩 Noor Garmen siap membantu memproduksi kaos dengan sablon berkualitas, jahitan rapi, dan bahan pilihan sesuai kebutuhan Anda.

NoorGarmen merupakan pabrik garmen custom yang melayani produksi berbagai jenis seragam dengan mengutamakan kualitas bahan, kerapian hasil jahitan, dan ketepatan waktu produksi secara konsisten.

Dusun Cirengganis, RT 01 / RW 02, Haurgombong, Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, Jawa Barat 45361

0823-1958-5317

noor.garmen

noorgarmen@gmail.com

Copyright © 2026 NoorGarmen